Intellasia East Asia News – PM menegaskan kembali kemitraan strategis Vietnam dengan Jepang
Economy

Intellasia East Asia News – PM menegaskan kembali kemitraan strategis Vietnam dengan Jepang

Jepang adalah mitra strategis yang sangat penting bagi Vietnam, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh menegaskan kembali pada pertemuan dengan mantan perdana menteri Jepang Suga Yoshihide dan Presiden Persatuan Persahabatan Parlemen Vietnam Jepang Nikai Toshihiro di Tokyo pada 23 November sebagai bagian dari empat- hari kunjungan resmi ke Jepang.

Chinh memuji pertumbuhan yang kuat dan komprehensif dari kemitraan strategis ekstensif Vietnam-Jepang di berbagai bidang, termasuk ekonomi, perdagangan, investasi, dan pertukaran orang-ke-orang.

Ia berterima kasih kepada Suga, Nikai, dan pemerintah Jepang yang telah menyumbangkan vaksin Covid-19 ke Vietnam dan kontribusi Persatuan Persahabatan Parlemen Vietnam Jepang untuk pengembangan hubungan kedua negara.

Nikai menegaskan bahwa Aliansi Persahabatan Parlemen Jepang Vietnam akan lebih berkontribusi pada hubungan bilateral dengan mempromosikan kegiatan untuk meningkatkan persahabatan dan saling pengertian antara masyarakat kedua negara, terutama generasi muda, sehingga menciptakan peluang baru untuk kerjasama multifaset.

Pada kesempatan ini, Chinh menghadiri upacara yang menandai ekspor mandarin Unshu, buah khas Jepang, ke Vietnam. Ini adalah bagian dari upaya kedua negara untuk meningkatkan perdagangan buah bersama, termasuk lengkeng dan leci Vietnam.

Pada hari yang sama, perdana menteri Vietnam mengunjungi Prefektur Tochigi dan mengadakan pembicaraan dengan Gubernur prefektur Fukuda Tomikazu, di mana mereka membahas potensi kerjasama antara provinsi Vietnam dan Prefektur Tochigi.

Pada acara tersebut, Chinh menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman tentang kerjasama antara Provinsi Vinh Phuc Vietnam dan Prefektur Tochigi.

Dia berterima kasih kepada Gubernur Fukuda dan pemerintahan Prefektur Tochigi karena telah menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi masyarakat Vietnam yang tinggal dan bekerja di prefektur selama pandemi Covid-19.

Chinh menyarankan agar Prefektur Tochigi mendorong pertukaran dan kerjasama dengan daerah Vietnam, khususnya dalam produksi peralatan medis, manufaktur dan pengolahan dan pertanian.

Dia juga mengusulkan Prefektur Tochigi berbagi pengalamannya dalam pembangunan berkelanjutan dengan Vietnam melalui pertukaran delegasi semua tingkat dan mendukung bisnis lokal untuk memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan dan investasi dengan Vietnam.

Chinh menegaskan bahwa pemerintah Vietnam akan menciptakan kondisi bagi investor Tochigi untuk melakukan bisnis dengan sukses di Vietnam.

Menurut Fukuda, saat ini ada 22 perusahaan dari prefektur yang memiliki proyek di Vietnam. Komunitas Vietnam di prefektur sekarang merupakan komunitas asing terbesar di Tochigi dengan 8.000 orang, katanya.

Prefektur Tochigi ingin mendorong kerja sama dengan lebih banyak kota dan provinsi di Vietnam dan menerima lebih banyak pekerja berketerampilan tinggi dan magang teknis dari Vietnam.

Berbicara pada konferensi tentang kerja sama antara daerah Vietnam dan Jepang, Chinh mengatakan Vietnam memiliki lingkungan politik yang stabil dan hubungannya dengan Jepang adalah yang terbaik, sehingga menawarkan peluang yang menguntungkan bagi bisnis di Tochigi, terutama Jepang, untuk berinvestasi di Vietnam.

Dia menyarankan agar Tochigi dan bisnis Jepang memprioritaskan respons perubahan iklim, peningkatan kapasitas perawatan kesehatan, energi bersih, energi hijau, dan ekonomi digital saat berinvestasi di Vietnam.

PM reaffirms Vietnam’s strategic partnership with Japan

Kategori: Ekonomi, Vietnam


Cetak Postingan Ini

Posted By : pengeluaran hongkong