Intellasia East Asia News – Tiga faktor di balik daya tarik FDI di Vietnam
Economy

Intellasia East Asia News – Tiga faktor di balik daya tarik FDI di Vietnam

Biaya tenaga kerja yang rendah, lokasi geografis yang dekat dengan rantai pasokan Asia, dan upaya Jepang dan Republik Korea (RoK) untuk mempromosikan investasi luar negeri yang lebih besar dianggap sebagai tiga faktor dalam meningkatkan investasi asing langsung (FDI) Vietnam.

Menurut Michael Kokalari, kepala ekonom VinaCapital, arus masuk FDI akan terus mengalir deras ke negara itu selama tahun mendatang, terutama karena pembatasan perjalanan dilonggarkan. Ini akan berkontribusi untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi para pemimpin bisnis dari Jepang dan Korea Selatan untuk datang ke negara tersebut.

Sejalan dengan itu, kemampuan negara untuk memulihkan aliran FDI berasal dari tiga faktor utama, katanya.

Pertama, menurut survei yang dilakukan oleh Organisasi Promosi Perdagangan Jepang (JETRO) dan beberapa organisasi lain, upah pekerja Vietnam kira-kira dua pertiga lebih rendah daripada pekerja Tiongkok, meskipun kualitas tenaga kerja secara keseluruhan setara dengan Tiongkok.

Kedua, negara ini secara geografis terletak dekat dengan rantai pasokan Asia, terutama di industri teknologi tinggi.

Ketiga, baik Jepang maupun Korea Selatan saat ini menghadapi masalah struktural, sehingga memaksa perusahaan mereka untuk berinvestasi di luar negeri, yang berarti Vietnam semakin dianggap sebagai tujuan investasi yang menarik bagi bisnis kedua negara.

Baik Jepang maupun Korea Selatan berada dalam “stagnasi permanen” dalam hal ekonomi mereka, terutama karena populasi mereka yang menyusut.

Selain itu, populasi Jepang tidak akan meningkat dalam waktu dekat, oleh karena itu, perusahaan mereka akan terus berinvestasi di luar negeri selama bertahun-tahun yang akan datang.

Menurut hasil survei yang dilakukan oleh investor Jepang yang diterbitkan oleh Deloitte pada tahun 2021, arus masuk yang kuat dari investasi “terstruktur” dari pasar ini ke Vietnam setiap tahun mencerminkan fakta bahwa Jepang harus berinvestasi di luar negeri. Akibatnya, pasar Vietnam secara luas dipandang sebagai negara paling menarik bagi perusahaan Jepang untuk berinvestasi.

Apalagi masalah kependudukan Korea Selatan lebih serius daripada Jepang, artinya modal investasi dari Korea Selatan dipastikan akan terus mengalir ke dalam negeri dalam waktu dekat.

Yang paling menonjol, RoK memiliki tingkat kelahiran terendah di dunia dan populasinya saat ini menua pada tingkat yang lebih cepat daripada Jepang.

Seiring dengan ketiga faktor tersebut, semakin banyaknya perusahaan multinasional yang berupaya mendiversifikasi kegiatan produksinya di luar China juga turut meningkatkan daya tarik investasi pasar Vietnam.

Saat ini, kondisi operasi perusahaan FDI yang berbasis di China menjadi lebih sulit karena berbagai alasan, termasuk fakta bahwa mereka adalah satu-satunya negara besar di dunia yang terus menjalankan strategi “Zero COVID”.

Oleh karena itu, kekurangan listrik China baru-baru ini kemungkinan akan memburuk di masa depan karena kekurangan air yang parah berdampak pada pembangkit listrik di selatan. Secara keseluruhan, masalah ini menjelaskan mengapa arus masuk FDI ke Vietnam tetap stabil selama dua tahun terakhir.

Faktor-faktor ini juga akan berfungsi untuk mendorong arus masuk FDI yang lebih besar di tahun mendatang. Dengan demikian, ada sorotan utama pada tahun 2021 yang juga akan mendukung aliran modal untuk tahun ini.

Pertama, Departemen Keuangan AS dan Bank Negara Vietnam mencapai kesepakatan untuk menghilangkan risiko negara dicap sebagai “manipulator mata uang” di masa depan, sehingga membantu perusahaan multinasional untuk lebih percaya diri ketika berinvestasi di negara tersebut.

Selanjutnya, kampanye vaksinasi COVID-19 Vietnam telah dilakukan dengan sangat cepat, memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada perusahaan asing terhadap komitmen pemerintah untuk menjaga keseimbangan yang hati-hati antara memastikan kesehatan masyarakat dan pembangunan ekonomi. Hal ini sejalan dengan strategi “living with the SARS CoV-2 virus” yang telah dijalankan sejak Oktober 2021.

Akhirnya pengumuman investasi LEGO Group sebesar $1 miliar untuk membangun salah satu pabrik perusahaan terbesar di negara ini akan berfungsi untuk merangsang lebih banyak arus masuk FDI di masa depan.

https://vietnamnet.vn/en/business/three-factors-behind-fdi-attraction-in-vietnam-808618.html

Kategori: Ekonomi, Vietnam


Cetak Postingan Ini

Posted By : pengeluaran hongkong